Pembangunan Menara Telekomunikasi di Rejosari Lampura Ditolak Warga

  • Bagikan
Sejumlah warga RT 4/LK I Rejosari memberikan penjelasan mengapa mereka menolak pendirian menara telekomunikasi.
Sejumlah warga RT 4/LK I Rejosari memberikan penjelasan mengapa mereka menolak pendirian menara telekomunikasi.

KANALLAMPUNG.COM, Kotabumi--Lantaran diduga belum mengantongi izin, proses pembersihan lahan untuk pembangunan menara telekomunikasi di RT 004/LK 001, Rejosari, Lampung Utara dihentikan warga, Rabu (24/11/2021) sekitar pukul 09.00 WIB.

Pantauan di lokasi, satu unit alat berat sempat beroperasi di sana. Tak lama kemudian, para pekerja membawa alat berat meninggalkan lokasi pendirian menara telekomunikasi itu. Di lokasi, terlihat lubang dengan kedalaman sekitar 3-4 meter yang akan digunakan sebagai lokasi tapak menara.

“‎Rencana pembangunan menara telekomunikasi di lingkungan kami ini belum ada izin makanya kami hentikan,” kata Ketua LPM Rejosari, Robil, Rabu (24/11/2021).

Menurut Robil, ‎apa yang mereka lakukan ini sudah kedua kalinya. Penyetopan pertama dilakukan warga pada pertengahan bulan Oktober lalu. Warga terpaksa melakukan hal itu karena kebanyakan tak setuju dengan rencana pembangunan tersebut. Penolakan itu kebanyakan berasal dari warga yang kediamannya tak jauh dari lokasi pembangunan menara itu.

“Selain itu, surat penolakan warga atas rencana pembangunan menara ini sudah kami sampaikan ke Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu‎,” tuturnya.

Baca Juga:  Jatah Pupuk Subsidi Lampung Utara Bertambah 15 Ton

Ia mengatakan, penolakan mereka ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran mereka terhadap dampak yang akan ditimbulkan seiring dengan berdirinya menara telekomunikasi. Keberadaan menara itu dinilai mereka akan mengancam keselamatan warga sekitar.

“Intinya, kami khawatir dengan keselamatan kami jika menara telekomunikasi itu didirikan di sini,” kata dia.

Di tempat sama, Adali, warga sekitar lainnya juga menyatakan, sedari awal rencana pembangunan tersebut telah bermasalah. Tidak pernah ada pemberitahuan mengenai hal itu pada seluruh warga sekitar. Andaipun ada warga yang tahu, itu hanya segelintir orang saja.

“Selain itu, ternyata warga yang turut menandatangani persetujuan pendirian menara tersebut, ada yang berasal dari kelurahan dan kecamatan lain,” ungkapnya.

Ia menegaskan, apapun ‎kompensasinya, warga akan tetap menolak keberadaan menara itu di lingkungan mereka. Silakan didirikan, tapi jangan di daerah tempat tinggal mereka.

“Jelas kami menolak karena lokasinya berada di pemukiman warga. Keselamatan kami terancam dengan keberadaan menara tersebut,” kata dia.

sumber: teraslampung.com

  • Bagikan