Temukan Indikasi Penyimpangan, Kejari Lampura Seriusi Perkara Dana Eks PNPM Abung Tengah

KANALLAMPUNG.COM, Kotabumi — Kejaksaan Negeri Lampung Utara ‎akhirnya mengambil alih perkara dugaan penyimpangan dana eks PNPM Abung Tengah sebesar Rp1,3 miliar. Langkah ini ditempuh setelah pihak Inspektorat melimpahkan persoalan tersebut karena menemukan adanya indikasi penyimpangan.

“(Penyelidikan ini merupakan) tindak lanjut hasil‎ pemeriksaan Inspektorat yang menemukan adanya indikasi penyimpangan dalam pengelolaan dana tersebut,” terang Kepala Seksi Intelijen Kejari Lampung Utara, I Kadek Dwi Ariatmaja, Selasa (12/4/2022).

I Kadek mengatakan, dana yang dimaksud itu adalah dana yang dikelola Unit Pelaksana Teknis Badan Usaha Bersama antardesa (Bumades) ABT Holding Company Abung Tengah. Sumber dana sendiri berasal dari dana amanah pemberdayaan masyarakat (DAPM) eks PNPM sebesar Rp1,3 miliar.

‎”Pihak-pihak terkait dalam pengelolaan dana tersebut (sudah diperiksa), dan (persoalan ini) masih dalam pengembangan,”‎ paparnya.

I Kadek mengakui, tak menutup kemungkinan penyelidikan yang mereka lakukan ini meningkat statusnya menjadi penyidikan di masa mendatang. Namun, peningkatan status itu seluruhnya bergantung pada fakta – fakta yang mereka temukan di tahap penyelidikan.

“‎Mohon rekan – rekan media untuk bersabar karena perkara ini masih dalam proses pendalaman pada tingkat penyelidikan,” kata dia.

Di sisi lain, Inspektur Pembantu Khusus di Inspektorat Lampung Utara, M. Ridho Al-Rasyidi membenarkan jika mereka telah melimpahkan perkara dana eks PNPM pada Korps Adhyaksa pada 4 April lalu. Pelimpahan itu dilakukan karena hasil pemeriksaan mereka secara marathon menemukan adanya indikasi penyimpangan terhadap dana tersebut. Selain itu, mereka juga menemukan fakta jika Unit Pelaksana Kegiatan PNPM Abung Tengah periode 2019 – 2021 ternyata belum berbadan hukum.

“Sampai akhir periode, UPK itu enggak bisa memberikan laporan tertulis seputar penggunaan dana itu,” terangnya.

TERASLAMPUNG.COM