Hukum  

Polisi di Pulogadung yang Tolak Laporan Kasus Perampokan Diturunkan Pangkatnya

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Endra Zulpan. Foto: dok JPNN
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Endra Zulpan. Foto: dok JPNN

KANALLAMPUNG.COM —  Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Endra Zulpan memastikan kasus perampokan di Pulogadung, Jakarta Timur dengan korban bernama Kumala Sari bakal diusut hingga tuntas. Kasus itu sebelumnya viral di media sosial setelah seorang anggota Polsek Pulogadung bernama Aipda Rudi Panjaitan menolaknya laporan Kumala.

“Kapolres sudah berjanji akan mengungkap kasus itu,” ujar Zulpan saat dihubungi, Sabtu, 18 Desember 2021.

Zulpan menjelaskan pengusutan kasus Kumala Sari berbarengan dengan keputusan sidang kode etik kepada Aipda Rudi. Saat ini Rudi sudah dinyatakan bersalah dan didemosi.

“Jadi kasus ibu Kumala Sari tetap diungkap, itu tetap dilanjutkan kasusnya. Kami bakal usut,” kata Zulpan.

Dalam sidang yang digelar Jumat kemarin, Aipda Rudi Panjaitan dinyatakan terbukti melanggar peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2011 karena menolak laporan korban perampokan. Eks anggota Polsek Pulogadung itu dijatuhi sanksi etika dan sanksi administrasi serta direkomendasikan untuk dimutasi dari Polda Metro Jaya.

Zulpan mengatakan Aipda Rudi akan dipindahtugaskan ke wilayah lain yang sifatnya demosi atau penurunan jabatan. Polda Metro Jaya akan memberikan rekomendasi dan usulan lokasi pemindahan Rudi ke Mabes Polri. Menurut Zulpan, Mabes Polri yang berwenang untuk menentukan ke mana Aipda Rudi akan dipindahkan.

Baca Juga:  Dipanggil Bareskrim Terkait Dugaan Rasis terhadap Natalius Pigai, Ini Penjelasan Ambroncius

“Dari Polda Metro tentunya nanti akan bersurat dalam bentuk mengusulkan kepada Mabes Polri untuk menindaklanjuti daripada putusan sidang kode etik hari ini,” ujar Zulpan.

Ia mengatakan Aipda Rudi akan ditahan sambil menunggu keputusan ke mana dirinya akan dipindahtugaskan.

Kasus ini berawal dari cerita seorang perempuan yang menjadi korban perampokan setelah mengambil uang di ATM pada Selasa, 7 Desember 2021. Ketika hendak membuat laporan polisi, dia ditolak oleh Aipda Rudi Panjaitan.

Cerita korban ditolak ketika hendak membuat laporan polisi itu viral di media sosial. Korban bercerita mengambil uang dari ATM sekitar pukul 18.45 WIB dengan mengendarai mobil. Namun di tengah jalan di kawasan Rawamangun, korban tiba-tiba dicegat dua sepeda motor.

Para pelaku yang diperkirakan berjumlah empat orang memancing korban untuk keluar kendaraan. Saat perhatian korban teralihkan, satu pelaku lainnya merampas tas berisi uang di kursi penumpang.

Tindak kejahatan ini terekam kamera CCTV. Korban kemudian melapor ke pos polisi di sekitar Rawamangun hingga akhirnya diarahkan ke Polsek Pulogadung. Namun rencana korban membuat laporan perampokan itu ditolak oleh Aipda Rudi Panjaitan. Menurut korban, Rudi justru menyuruhnya pulang dan memarahinya karena mengambil uang di ATM dalam jumlah besar.

TEMPO

You cannot copy content of this page