Kanallampung.com, BAKAUHENI – Arus balik Lebaran gelombang pertama pada H+2 dan H+3 atau 24–25 Maret 2026 mencatat pergerakan besar penumpang dari Sumatera menuju Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan. Sebanyak 248.425 orang tercatat telah menyeberang, baik pejalan kaki maupun pengguna kendaraan.
Data tersebut dihimpun dari rekapitulasi angkutan Lebaran di sejumlah titik layanan penyeberangan, yakni Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu.
General Manager PT ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, mengatakan jumlah kendaraan yang menyeberang ke Jawa pada periode yang sama mencapai 68.772 unit. Rinciannya terdiri atas 33.046 sepeda motor, 31.433 mobil pribadi, 3.102 truk, dan 1.191 bus.
“Data ini merupakan akumulasi pergerakan kendaraan melalui seluruh pelabuhan penunjang di wilayah Bakauheni,” kata Partogi, Kamis, 26 Maret 2026.
Sebaliknya, arus dari Jawa menuju Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara yang tiba di Bakauheni tercatat sebanyak 100.443 penumpang.
Adapun jumlah kendaraan mencapai 21.200 unit, yang terdiri dari 4.848 sepeda motor, 12.727 mobil, 2.497 truk, dan 1.128 bus.
Memasuki H+4 Lebaran, pergerakan arus balik masih berlangsung meski tidak sepadat dua hari sebelumnya. “Masih ada pergerakan penumpang dan kendaraan, namun relatif landai dibandingkan puncak arus balik gelombang pertama,” ujar Partogi.
Ia memperkirakan lonjakan berikutnya akan terjadi pada gelombang kedua arus balik, yakni pada 28–29 Maret 2026.
Untuk mengantisipasi kepadatan, ASDP telah menyiapkan sejumlah langkah, seperti distribusi kendaraan ke seluruh dermaga, penerapan skema tiba–bongkar–berangkat (TBB), serta kebijakan tiket tunggal.
“Langkah ini untuk mencegah penumpukan kendaraan dan antrean panjang di pelabuhan,” kata dia.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Kamis pagi hingga siang, arus kendaraan roda dua masih terlihat bergerak di jalur khusus menuju dermaga reguler. Namun, antrean kendaraan roda empat dan bus di sebagian besar dermaga terpantau mulai berkurang.
Kondisi berbeda terlihat di dermaga eksekutif, di mana antrean mobil masih terjadi menjelang proses muat ke kapal tujuan Merak. Sementara itu, arus penumpang pejalan kaki tetap ramai, meski tidak lagi mengalami kepadatan signifikan.
Adapun arus kedatangan dari Jawa ke Sumatera terpantau relatif lengang.
Zainal Asikin/teraslampung.com











