Kapolri: Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Telah Terlewati

Teraslampung.com, Bakauheni  — Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Listyo Sigit Prabowo memastikan puncak arus balik Lebaran 2026 secara umum telah terlewati.

Pergerakan kendaraan dari Sumatera menuju Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni terpantau lancar dan aman.

“Dengan demikian, puncak arus balik Lebaran 2026 sudah terlewati,” kata Sigit dalam konferensi pers di Bakauheni, Sabtu, 28 Maret 2026.

Berdasarkan data kepolisian, jumlah kendaraan yang keluar dari Jakarta selama periode Lebaran 2026 mencapai 2.946.891 unit. Angka ini meningkat 20,49 persen dibandingkan kondisi normal dan naik 1,82 persen dibandingkan periode Lebaran 2025.

Adapun kendaraan yang telah kembali masuk ke Jakarta hingga Sabtu pagi tercatat sebanyak 2.561.629 unit. Dengan demikian, masih terdapat sekitar 385.262 kendaraan atau 13,07 persen yang belum kembali.

Sigit mengatakan kepolisian bersama para pemangku kepentingan akan terus mengawal sisa arus balik agar tetap berjalan lancar dan aman.

“Kami harapkan seluruh masyarakat dapat kembali dengan selamat,” ujarnya.

Ia menambahkan, koordinasi lintas sektor terus diperkuat, terutama di titik krusial seperti pelabuhan penyeberangan dan ruas tol, guna mengantisipasi potensi lonjakan kendaraan hingga malam hari.

Angka Kecelakaan Menurun

Dalam evaluasi arus mudik dan balik tahun ini, kepolisian mencatat tren keselamatan lalu lintas yang membaik. Jumlah kecelakaan lalu lintas turun 7,8 persen dibandingkan periode Lebaran tahun lalu.

Penurunan juga terjadi pada angka kematian akibat kecelakaan. Tahun ini, jumlah korban meninggal tercatat 265 orang, turun dari 377 orang pada 2025 atau berkurang 128 jiwa.

Menurut Sigit, penurunan tersebut merupakan hasil kerja petugas di lapangan yang fokus menekan angka fatalitas selama periode Lebaran.

Rekayasa Lalu Lintas Dinilai Efektif

Kelancaran arus di Pelabuhan Bakauheni, kata Sigit, tidak lepas dari penerapan rekayasa lalu lintas seperti delaying system, buffer zone, dan pemeriksaan tiket. Skema tersebut dinilai mampu menjaga arus penyeberangan tetap stabil.

Meski sempat terjadi fluktuasi kondisi lalu lintas, dari kategori merah hingga kuning, situasi dapat dikendalikan kembali ke kondisi normal.

“Kami akan terus memperkuat koordinasi hingga seluruh rangkaian arus balik selesai,” kata Sigit.

Ia juga mengapresiasi kerja sama seluruh pihak, termasuk petugas di lapangan dan masyarakat yang dinilai kooperatif selama periode mudik dan arus balik Lebaran tahun ini.