PT Bukit Asam Serahkan Bantuan Tiga Truk dan Seribu Paket Sembako

KANALLAMPUNG.COM — Pemkot Bandarlampung mendapat bantuan tiga unit mobil dari PT Bukit Asam (BA), ke tiga unit itu berupa dua unit truk sampah dan satu unit truk engkel penyedot tinja. Selain itu ada juga pake sembako sebanyak 1.000 paket.

Walikota Eva Dwiana menyambut baik bantuan dari  PT BA itu. Namun  harapan ke depan bantuannya lebih banyak lagi sesuai dengan yang dibutuhkan Pemkot.

“Jangan pernah lupa membantu kami. Sebab kalau tidak dibantu oleh perusahaan negara apa daya kami. Kalau sekarang dua truk sampah satu mobil penyedot tinja, tahun depan selain truk sampahnya ditambah juga kontainer sampah kami juga perlu,” kata Eva Dwiana usai menerima bantuan itu di halaman Pemkot Bandarlampung, Rabu, 8 Maret 2023.

“Nanti truk sampah itu kita serahkan ke Dinas Lingkungan Hidup untuk mobil satgas sungai karena yang lama sudah tidak layak. Sedangkan mobil penyedot tinja diserahkan ke PD (Perusahaan Daerah) Kebersihan Tapis Berseri,” tambahnya.

Sedangkan untuk 1.000 paket sembako, walikota mengatakan akan dibagikan ke empat kecamatan yang di sana terdapat banyak warga dari keluarga belum mampu.

“Sembako ini kita akan bagikan di empat kecamatan masing-masing 250 paket yaitu di Kecamatan Bumi Waras, Telukbetung Timur, Telukbetung Barat dan Tanjungkarang Pusat,” kata Walikota Eva Dwiana.

Pejabat sementara (Pjs) General Manager (GM) PT BA, Ketut Sukrayatna mengungkapkan bantuan kendaraan tersebut sudah menjadi kesepakatan antara PT BA dan Pemkot sedangkan bantuan sembako bagian dari peringatan HUT PT BA ke 42.

“Sayangnya prosesnya agak lama jadi saya mohon maaf karena proses membeli mobil tersebut harus melalui tender dan proses lainnya. Sedangkan bantuan sembako kami menyiapkan 4.200 paket sembako, yang seribu kita serahkan ke Pemkot. Sebelumnya 3.200 sudah kita bagikan ke masyarakat, panti asuhan dan pesantren,”

Saat ditanyakan kenapa terlalu kecil kontribusi PT BA kepada Pemkot Bandarlampung sedangkan Pemkot sudah mengeluarkan anggaran puluhan milyar untuk membangun jalan layang di jalan Sultan Agung (jalur dua) Way Halim. Ketut Sukrayatna hanya menjawab semua wewenang kantor pusat.

“Ya nanti kami sampaikan ke kantor pusat di Jakarta,” ujarnya.

Jauh sebelumnya, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPPRD) M. Ramdhan mengungkapkan seharunya PT BA memberikan kontribusi ke Pemkot Bandarlampung minimal Rp5 milyar.

“Kita hitung aja berapa kerugian masyarakat yang kalau kereta Babaranjang (Batubara rangkaian panjang) lewat. Setiap lewat kita berhenti sekitar dua menit, pada saat mobil berhenti tekanan atau beban yang diterima aspal juga beda dari mobil yang berjalan,” jelasnya.

“Kita (Pemkot) juga bikin jalan layang supaya warga nyaman tapi apa kontribusi PT BA? Menurut saya kalau cuma ekskavator atau mobil aja sih gak sesuai, paling kecil sih sebulan Rp5 milyar lah,” tambahnya.

Mas Alina