Pencarian Penumpang KMP Batumandi Diperluas hingga Perairan Pulau Sebesi

Kanallampung.com, Lampung Selatan — Tim SAR Gabungan memperluas area pencarian terhadap Zora Panasea Martauli Ompusunggu, 19 tahun, penumpang KMP Batumandi yang dilaporkan terjatuh di perairan sekitar Pulau Panjurit, Kabupaten Lampung Selatan. Memasuki hari ketiga operasi, penyisiran dilakukan hingga perairan Pulau Sebesi untuk mengantisipasi pergerakan korban yang dipengaruhi arus laut.

Sejak Sabtu pagi, 11 Juli 2026, tim mengerahkan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 milik Basarnas Lampung. Penyisiran dimulai ke arah Tanjung Tua dengan jangkauan sekitar delapan mil laut dari lokasi korban diduga terjatuh. Tim kemudian bergerak ke perairan Pulau Sebesi dengan cakupan pencarian 10 hingga 12 mil laut, termasuk menyisir area di sekeliling pulau dalam radius satu mil laut.

Komandan Pos SAR Bakauheni Rezie Kuswara mengatakan perluasan area pencarian merupakan hasil evaluasi di lapangan yang mempertimbangkan arah dan kekuatan arus laut selama beberapa hari terakhir.

“Tim SAR Gabungan terus mengoptimalkan upaya pencarian dengan memperluas area penyisiran sesuai prediksi pergerakan korban akibat pengaruh arus. Seluruh unsur yang terlibat tetap bekerja maksimal agar korban dapat segera ditemukan,” ujar Rezie.

Sebelumnya, pada hari kedua operasi, Jumat, 10 Juli 2026, pencarian difokuskan di sekitar lokasi kejadian. Tim melakukan penyisiran intensif menggunakan RIB Basarnas Lampung, namun hingga operasi dihentikan pada sore hari, korban belum berhasil ditemukan.

Menurut Rezie, kondisi cuaca selama operasi relatif cerah sehingga mendukung proses pencarian. Namun, arus bawah laut yang cukup kuat menjadi tantangan utama karena berpotensi menggeser posisi korban dari lokasi awal kejadian.

Zora Panasea Martauli Ompusunggu merupakan warga Perum Mutiara Citra Asri Blok D24, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Ia dilaporkan terjatuh dari KMP Batumandi saat kapal melintas di perairan sekitar Pulau Panjurit.

Hingga Sabtu sore, korban masih belum ditemukan. Operasi SAR dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Minggu, 12 Juli 2026, dengan menyesuaikan hasil evaluasi tim serta kondisi cuaca dan arus laut.

Basarnas mengimbau nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar perairan Selat Sunda agar segera melaporkan kepada Tim SAR Gabungan atau melalui Call Center 115 apabila memperoleh informasi yang berkaitan dengan keberadaan korban.