Pemkab Lamteng Gelar Bimtek Pemilihan Kepala Kampung 2026

Kanallampung.com, Lampung Tengah — Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah mulai mematangkan persiapan Pemilihan Kepala Kampung 2026. Sebanyak 51 kampung yang tersebar di 21 kecamatan akan menggelar pemilihan kepala kampung tahun ini.

Persiapan dilakukan melalui bimbingan teknis bagi panitia pemilihan di Aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (PMK) Lampung Tengah, Rabu, 22 Juli 2026. Kegiatan dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Lampung Tengah, Candra Puasati.

Kepala Dinas PMK Lampung Tengah Fathol Arifin turut hadir. Para ketua panitia dari 51 kampung mengikuti bimbingan teknis untuk memahami tahapan, tugas, dan ketentuan dalam penyelenggaraan pemilihan.

Candra meminta panitia tidak menganggap tahapan pemilihan sebagai pekerjaan administratif semata. Menurut dia, pemahaman terhadap aturan dan integritas penyelenggara akan menentukan kualitas proses pemilihan di tingkat kampung.

“Saya berharap seluruh panitia mengikuti bimbingan teknis ini dengan sebaik-baiknya. Manfaatkan kesempatan ini untuk memahami seluruh tahapan dan regulasi yang berlaku,” kata Candra.

Ia mengingatkan panitia menjaga netralitas dan menghindari tindakan yang dapat memicu persoalan hukum. Panitia juga diminta bekerja profesional, cermat, serta aktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah apabila menemukan kendala dalam pelaksanaan tahapan.

Menurut Candra, kepentingan masyarakat harus menjadi pijakan dalam setiap proses pemilihan. Karena itu, seluruh tahapan diharapkan berlangsung aman, damai, transparan, dan demokratis.

Fathol Arifin mengatakan bimbingan teknis merupakan bagian dari persiapan pemerintah daerah sebelum pemilihan berlangsung. Panitia dibekali pemahaman mengenai tugas, fungsi, kewenangan, serta tanggung jawab pada setiap tahapan.

Pemkab Lampung Tengah berharap pembekalan tersebut dapat meminimalkan kesalahan administratif maupun pelanggaran selama proses pemilihan. Kesiapan panitia dinilai penting untuk menjaga proses pemilihan tetap tertib dan mendapat kepercayaan masyarakat.

Pada akhirnya, pemerintah daerah berharap pemilihan kepala kampung menghasilkan pemimpin yang memperoleh mandat warga dan mampu menjalankan pemerintahan serta pembangunan di tingkat kampung.