Kanallampung.com, Lampung Tengah — Kawasan Tugu Canang, Gunung Sugih, Lampung Tengah, berubah menjadi ruang publik bagi warga pada Ahad, 9 Agustus 2026. Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah menggelar Car Free Day yang memadukan kegiatan olahraga, rekreasi, dan aktivitas kreatif untuk anak.
Pelaksana Tugas Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, hadir dalam kegiatan tersebut bersama Ketua Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Lampung Tengah, Ni Ketut Dewi Nadi Komang Koheri. Sejumlah pejabat pemerintah daerah dan warga turut mengikuti kegiatan.
Warga mengikuti senam bersama dan berbagai aktivitas menari. Anak-anak mendapat ruang khusus melalui Pekan Ceria Kampung Dongeng. Mereka mengikuti kegiatan mewarnai serta sejumlah permainan dan aktivitas kreatif.
Komang mengatakan Car Free Day tidak semata-mata ditujukan untuk olahraga. Menurut dia, ruang publik juga dapat menjadi tempat warga berinteraksi dan membangun kebiasaan hidup sehat.
“Olahraga bersama dapat menjadi salah satu cara membangun kebiasaan hidup sehat di tengah masyarakat,” kata Komang.
Ia menilai keterlibatan anak-anak dalam kegiatan tersebut juga penting. Aktivitas mendongeng, menari, dan mewarnai memberi kesempatan kepada anak untuk bermain, berekspresi, mengembangkan kreativitas, sekaligus berinteraksi dengan lingkungan sosialnya.
Kehadiran Ni Ketut sebagai Ketua Perwosi Lampung Tengah turut memperkuat unsur olahraga dalam kegiatan itu. Car Free Day sekaligus menjadi ruang pertemuan antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam suasana yang lebih santai dan terbuka.
Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Lampung Tengah Candra Puasati, Kepala Dinas Sosial Lampung Tengah Ari Nugraha Mukti, serta Founder Kampung Dongeng Lampung Tengah Partila Umar.
Pemkab Lampung Tengah berharap Car Free Day dapat digelar secara rutin. Pemerintah daerah ingin kawasan tersebut tidak hanya menjadi tempat warga berolahraga, tetapi juga ruang publik yang ramah bagi keluarga dan anak-anak.
Penggabungan olahraga, rekreasi, dan kegiatan kreatif diharapkan membuat ruang publik lebih hidup. Pemerintah daerah juga mendorong kegiatan serupa menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang sehat, aktif, sekaligus memiliki ruang interaksi yang terbuka.











