Aktivis PMII Tuntut Pemkot Bandarlampung Tutup BTS di Kecamatan Sukabumi

KANALLAMPUNG.COM  — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Raden Intan melakukan aksi demo di kantor Pemkot Bandarlampung,Senin (15/5/2023). Merek menuntut  Pemkot menutup menara base transceiver station (BTS) di Kecamatan Sukabumi.

Aksi bermula damai dan saat mahasiswa ingin bertemu Walikota Bandarlampung Eva Dwiana untuk menyampaikan aspirasinya tidak diberikan kesempatan malah dijanjikan akan ditemui oleh pegawai dari Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo). Beberapa mahasiswa mulai mendorong-dorong pagar yang dijaga Polisi Pamong Praja.

“Tenang….. adik-adik kasih waktu 10 menit. nanti dari Kominfo akan menemui adik-adik,” kata Kasie Tibum Pol PP, Jan Roma, Senin siang 15 Mei 2023.

Mahasiswa dan warga Sukabumi menolak bertemu dengan staf Kominfo tersebut. Mereka hanya ingin bertemu dan menyampaikan aspirasinya ke walikota.

“Kami tidak mau bertemu dengan Kominfo. Kami hanya akan bertemu dengan walikota. Jika walikota tidak mau bertemu, kami akan datang lagi dengan mengerahkan lebih banyak lagi massa,” tegas Ketua Komisariat PMII Raden Intan, Sapriansyah.

Karena tidak ditemui oleh Walikota Eva Dwiana, para mahasiswa dan warga Sukabumi meninggalkan kantor Pemkot dan berjanji akan datang kembali kembali dengan massa yang lebih besar.

Tuntutan mahasiswa dan warga Sukabumi adalah Pemkot Bandarlampung adalah menonaktifkan BTS milik PT Centratama Menara yang berada di jalan Tirtayasa, Gang Mawar, Kecamatan Sukabumi karena pengelolaannya tidak sesuai dengan prosedur.

Hal itu pernah mereka ungkapkan dalam suatu pertemuan dengan para pejabat terkait yang dipimpin oleh Plt Sekdakot Khaidarmansyah. Salah seorang warga pernah mengungkapkan dampak buruk  adanya BTS itu.

“Dampaknya, kalau hujan masyarakat sekitar ada yang kena setrum. Bahkan ada satu rumah yang lantainya ‘nyetrum’. Jadi kalau mau masuk harus pakai sandal.Kami meminta Pemkot untuk membekukan izin BTS itu sesuai dengan Perda nomor 12 tahun 2016 Tentang Penataan Menara Telekomunikasi,” ungkap Ferdi warga sekitar BTS pada tanggal 3 April 2023 yang lalu.

Pada saat itu pula Khaidarmansyah Berjanji akan menyelesaikan persoalan antar warga dengan PT Centratama Menara yang berdiri sejak tahun 2017 dan berdiri di Gang Mawar RT 02 Lingkungan 1 Kelurahan Sukabumi itu.

“Kami (Pemkot Bandarlampung) harus berdiri di tengah, kalau melihat izinnya yaitu IMB masih berlaku, karena IMB itu sepanjang si pemilik tidak ada perubahan, IMB tetap berlaku,” jelasnya.

“Hari ini juga kami buat surat melalui Kominfo untuk memanggil PT Centratama Menara untuk melakukan uji apakah benar apa yang dikeluhkan warga itu. Pengujinya harus punya kompetensi dan nanti setelah diuji dibuatkan surat pernyataan apakah benar apa yang dikeluhkan masyarakat atau penyebab setrumnya bukan dari BTS itu. Soal biayanya biar perusahaan yang menanggungnya,” tambahnya.

Rupanya, dari pertemuan tersebut belum ada penyelesaian soal tuntutan mahasiswa dan warga yang akhirnya mereka melakukan aksi demo ke DPRD dilanjutkan ke Pemkot Bandarlampung.

Mas Alina