Perampok Bacok Pasutri Pemilik Toko Gerabah di Lampung Selatan

Kanallampung.com — Aksi perampokan terjadi di toko gerabah di Dusun Ketibung 1, Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan (Lamsel), pada Rabu (12/2/2026) malam sekitar pukul 18.45 WIB.

Akibat peristiwa itu, pasangan suami istri (Pasutri) pemilik toko gerabah ini bernama M. Fajri (62) mengalami luka bacokan di tangan kanan dan istrinya Rohimah (49) di paha kiri akibat sabetan senjata tajam golok.

Beruntungnya, nyawa kedua korban pasutri itu selamat setelah mendapat pertolongan warga. Atas kejadian itu, warga telah melaporkannya ke aparat kepolisian sektor (Polsek) Sidomulyo.

Sedangkan kedua korban, saat ini sudah mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bob Bazar Kalianda.

Pantauan teraslampung.com di lokasi kejadian, Rabu (11/2/2026) malam sekira pukul 21.00 WIB. terpantau masih banyak warga tengah berkumpul di depan toko gerabah milik korban.

Kemudian sejumlah kendaraan yang terpakir, memenuhi bahu Jalan Raya Sidomulyo membuat arus lalu lintas sempat mengalami kemacetan meski tidak berlangsung lama.

Berdasarkan informasi yang dihimpun teraslampung.com dilokasi kejadian, peristiwa pasutri pemilik toko gerabah mengalami luka bacok senjata tajam pelaku itu terjadi tepat selepas mahgrib atau menjelang isya’ saat situasi di sekitar toko korban dalam kondisi sepi.

Banyak warga menyebutkan, pelaku diduga akan melakukan aksi kejahatan perampokan meski barang berharga milik korban gagal digasak pelaku. Hal itu, lantaran pemilik toko teriak minta tolong dan membuat pelaku langsung kabur melarikan diri.

Pelaku, melakukan aksinya diduga seorang diri. Usai melakukan aksinya, pelaku diduga kabur melalui samping rumah warga tak jauh dari toko korban dan menuju ke arah flay over Umbul Sari, Desa Sidomulyo.

Sementara motor jenis Honda Supra Fit motif warna unggu, diduga milik pelaku tertinggal di terowongan flay over di Umbul Sari, dan barang bukti motor itu sudah diamankan aparat kepolisian.

Dari informasi warga sekitar dilokasi kejadian, toko gerabah yang disatroni pelaku dan melukai korban pasutri pemilik toko ini, berada tepat di depan rumah seorang perwira polisi Polres Lampung Selatan.

Selain itu juga, hanya berjarak beberapa meter atau berada tidak jauh dari rumah anggota DPRD Lampung Selatan.

Pura-pura Beli Golok, Pelaku Lukai Korban Pemilik Toko Gerabah

Menurut keterangan Putri Handayani, warga setempat, mengatakakan jika dirinya tidak mengetahui secara pasti kejadian yang melukai korban pasutri pemilik toko gerabah M. Fajri dan istrinya Rohimah tersebut.

“Kejadian persisnya, tidak tahu seperti apa. Tapi benar, korban adalah pasutri dan keduanya mengalami luka bacok di tangan dan paha di dalam tokonya,”ujar Putri kepada teraslampung.com di lokasi kejadian, Rabu (11/2/2026) malam.

Berdasarkan informasi sementara yang diterimanya dari anak korban bernama Lana, kata Putri, mulanya pelaku masuk ke dalam toko korban dengan berpura-pura akan membeli golok yang dijual di toko gerabah korban, karena toko korban ini memang belum tutup.

“Toko korban inikan dagangnya beragam ada alat pertanian, seperti cangkul, arit, golok, pisau dan lainnya. Selain itu juga, jual pakan ayam, burung, kucing serta lainnya,”sebutnya.

Ketika di dalam toko, lanjut Putri, pelaku bertanya kepada korban Rohimah yakni harga golok yang dijual di tokonya itu, dan pelaku kembali menanyakan harga golok itu kepada korban Fajri suami dari Rohimah ini.

“Jadi pelaku masuk ke dalam toko dan menayakan harga golok itu, dan dijawab korban Rohimah harganya ada Rp130 ribu dan Rp170 ribu,”ucapnya.

Begitu korban Rohimah lengah, pelaku  langsung membacok Rohimah dan tepat mengenai paha kirinya menggunakan golok yang dijual di toko korban. Lalu Fajri (suaminya) yang juga ada di dalam toko dan melihat istrinya dibacok pelaku berusaha menolong, pelaku melukai Fajri dan tepat mengenai tangan kanannya.

“Setelah melukai kedua korban pasutri dan korban teriak minta tolong, pelaku langsung kabur ke luar dari dalam toko korban dengan mententeng golok. Kalau barang berharga milik korban, tidak tahu ada tidaknya dibawa pelaku,”ungkapnya.

Ia menambahkan, pasca kejadian, kedua korban pasutri ini angsung dilarikan ke Puskesmas Rawat Inap (PRI) Sidomulyo untuk mendapatkan pertolongan medis. Karena luka bacokan senjata tajam yang dialami kedua korban cukup serius, lalu keduanya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bob Bazar Kalianda.

“Malam ini kedua korban masih dalam perawatan di RSUD Bob Bazar Kalianda, dan alhamdulillah nyawa kedua pasutri (korban) ini selamat,”pungkasnya.

Pelaku Tenteng Golok dan Kenakan Penutup Wajah

Sementara keterangan warga lainnya, Bayu mengatakan, ia dan teman kerjanya Firmansyah sempat melihat pelaku dari warung pecel lele tempatnya bekerja. Pelaku, menenteng golok sembari lari-lari kecil seperti terburu-buru menuju ke arah samping rumah warga tepat berada di depan warung pecel lele ini.

“Saya lihat pelaku itu, dan pelaku pakai baju warna hitam tangan panjang dan celana hitam. Pelaku juga pakai penutup wajah (sebo) gitu,”kata Bayu kepada teraslampung.com di lokasi kejadian.

Meski warung pecel lele tempat bekerja Bayu berada tidak jauh dari toko gerabah korban, tetapi ia tidak mengetahui jika orang dilihatnya itu adalah pelaku yang sudah melukai kedua korban pasutri pemilik toko gerabah tersebut.

“Saya tidak tahu kalau orang itu, pelaku yang sudah melukai korban pemilik toko gerabah,”ungkapnya yang juga diamini temannya, Firmansyah.

Tak lama setelah dari peristiwa itu, lanjut Bayu, barulah ia bersama teman kerjanya mendengar dan melihat teriakan korban Rohimah minta pertolongan. Saat itu juga, ia bersama teman-teman kerjanya dan juga warga sekitar langsung berlari menuju ke toko korban untuk memberi pertolongan.

“Begitu dengar teriakan minta tolong itu, saya melihat Ibu Rohimah (korban) ini di depan tokonya teriak-teriak minta tolong sembari melambai-lambaikan tangannya dengan kondisi kakinya bersimbah darah akibat luka bacokan,”

Kemudian di dalam toko, kami melihat suami dari Ibu Rohimah yakni Pak Fajri pun sama terluka dan bersimbah darah tepat ditangan kanannya akibat bacokan senjata tajam.

“Jadi korban pasutri ini, mengalami luka bacokan. Saat itu juga, warga langsung membawa kedua korban ini ke rumah sakit,”pungkasnya.

Menurut informasi lain yang diterima teraslampung.com di lokasi kejadian, pelaku tersebut diduga bekerja di salah satu toko berada tidak jauh dari toko gerabah milik korban. Sehingga pelaku mengetahui korban, begitu juga lokasi dan situasi sekitar toko korban.

Hal itu diketahui, berdasar dari barang bukti sepeda motor milik pelaku yang ditinggalkan oleh pelaku, dan itu juga diketahui dari seseorang yang paham dengan kepemilikan motor tersebut.

Saat ini, pelaku masih dalam pencarian aparat kepolisian untuk mengungkap motif dari aksi kejadian pembacokan terhadap kedua korban pasutri pemilik toko gerabah tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, teraslampung.com belum mendapatkan keterangan resmi dari pihak kepolisian Polsek Sidomulyo dan Polres Lampung Selatan terkait peristiwa tersebut.

Sumber: teraslampung.com