Beranda Hukum Bos Muncikari Prostitusi Online di Lampung Ditangkap Polisi

Bos Muncikari Prostitusi Online di Lampung Ditangkap Polisi

68
0
BERBAGI

KANALLAMPUNG.COM — Setelah menetapkan dua muncikari kasus prostitusi online melibatkan selebritas pelantun lagu dangdut ‘Koko Tamvan’ dan juga bintang FTV, Vernita Syabilla, petugas Unit PPA Satreskrim Polresta Bandarlampung kembali menangkap satu tersangka yang merupakan sebagai bos muncikari.

Dilansir Teraslampung.com, bos muncikari prostitusi artis yang ditangkap tersebut berinisial BS. Polisi menangkap pria berinisial BS sebagai pelaku utama dalam kasus prostitusi artis tersebut di wilayah Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (10/8/2020) lalu.

Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Yan Budi Jaya,  saat dikonfirmasi teraslampung.com membenarkan adanya penangkapan satu tersangka lain terkait kasus prostitusi online yang melibatkan artis Vernita Syabilla.

“Ya benar, kami mengamankan pria berinisial BS. Tersangka BS ini, berhasil tangkap di kediamannya di wilayah Bekasi, Jawa Barat, pada Senin 10 Agustus 2020 lalu. Saat ini tersangka di tahan di Mapolresta Bandarlampung guna pengembangan lebih lanjut,”ujarnya kepada teraslampung, Jumat (14/8/2020).

Penangkapan tersangka BS, Kata mantan Kaden A Ropaminal Divpropam Mabes Polrii ni, hasil pengembangan dari keterangan dua mucikari Maila Kaisa dan Melianita Nur yang sudah lebih dulu ditetapkan tersangka dan dilakukan penahanan terkait prostitusi online melibatkan artis.

“Dari keterangan dua tersangka mucikari tersebut, kami menangkap tersangka BS dan tersangka BS ini sebagai pelaku utama atau bos mucikari prostitusi online yang melibatkan artis tersebut,”terangnya.

Diberitakan sebelumnya, setelah dilakukan pemeriksaan selama 1×24 jam dan dilakukan gelar perkara, Polresta Bandarlampung menetapkan artis pelantun lagu ‘Koko Tamvan’ dan juga bintang FTV, Vernita Syabilla hanya sebagai Saksi. Sementara untuk dua mucikari, ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan prostitusi online yang melibatkan artis.

Kedua terduga mucikari yang ditetapkan sebagai tersangka itu adalah Maila Kaesa (31), warga Pemalang Jawa Tengah dan Melianita Nur (21), warga Tambora, Jakarta Barat.

“Dari hasil gelar perkara yang telah dilaksanakan, untuk kedua wanita berinisial MK dan MN yang berperan sebagai mucikari dapat diputuskan dan ditetapkan sebagai tersangka,”kata Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad didampingi Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Yan Budi Jaya saat gelar press rilis di Mapolresta Bandarlampung, Kamis (30/7/2020).

Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, dalam perkara ini, Vernita Syabilla ditetapkan sebagai saksi. Alasannya, karena Vernita menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) atau Human Traficking.

Sementara kedua muncikari yang ditetapkan sebagai tersangka, dijerat Pasal 2 ayat 1 UU Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) atau human traficking, dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 15 tahun.

“Untuk Vernita Syabila, ditetapkan sebagai saksi. Meski demikian, dia (Vernita) masih tetap dilakukan pemeriksaan guna proses pengembangan lebih lanjut,”ungkapnya.

Mantan Kapolres Kepulauan Meranti Riau ini mengutarakan, dari hasil pemeriksaan dan penyelidikan, mucikari berinisial MK dan MN yang ditetapkan sebagai tersangka memasang tarif sebesar Rp 30 juta untuk sekali kencan dengan artis Vernita Syabilla.

“Dari tarif Rp 30 juta yang ditawarkan, kedua tersangka mucikari ini dapat Rp 10 juta dan masing-masing kebagian Rp 5 juta,”bebernya.

Modusnya, kata Pandra, sebelum Vernita Syabilla menemui pemesan atau pengguna jasa seks di salah satu hotet berbintang di Kota Bandarlampung, kedua tersangka mucikari MK dan MN sudah datang lebih dulu di hotel berbintang tersebut.

“Jadi mucikari menawarkan jasa prostitusi artis ini melalui perangkat ponsel dan media sosial (medsos), lalu pengguna jasa seks wajib mentransfer uang muka sebagai tanda jadi serta menyiapkan akomodasi lain seperti penginapan sesuai dengan kesepakatan,”jelasnya.

Pandra menambahkan, petugas juga telah melakukan tes urine terhadap ketiganya yang terlibat dugaan prostitusi online, dari hasil tes urine tersebut salah satu tersangka mucikari yang menawarkan jasa seks artis Vernita Syabilla, yakni MN (Melianita Nur) positif mengkonsumsi narkoba.

“Hasil tes urine tersangka MN, positif menggunakan narkoba jenis sabu dan pil ekstasi. Jadi sebelum diamankan oleh petugas Unit PPA Satreskrim Polresta Bandarlampung, MN sempat mengkonsumsi narkoba terlebih dulu,”ungkapnya.

Dikatakannya, untuk barang bukti yang disita, uang tunai Rp 15 juta serta bukti transfer sebesar Rp 15 juta dan Rp 1 juta, nota booking di kamar hotel, alat kontrasepsi dan tiga unit ponsel.

“Pengungkapan kasus prostitusi online melibatkan artis ini, berdasarkan atas informasi masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti oleh tim Unit PPA Satreskrim Polresta Bandarlampung,”pungkasnya.