Beranda Lampung Aliansi Buruh di Lampung Minta Jokowi Batalkan UU Cipta Kerja

Aliansi Buruh di Lampung Minta Jokowi Batalkan UU Cipta Kerja

39
0
BERBAGI

KANALLAMPUNGLAMPUNG.COM — Seribuan aktivis buruh dari Federasi Serikat Buruh Makanan dan Minuman ( FSBMM), Federasi Serikat Buruh Karya Utama (FBKU), Konferedasi Aliansi Serikat Buruh Indonesia(KASBI), Federasi Serikat Pekerja Kertas Indonesia (FSP2KI), Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), dan Federasi Serikat Pekerja Kertas Indonesia (FSP2KI) menggelar aksi unjuk rasa untuk menolak UU Cipta Kerja, di Bundaran Tugu Adipura Bandarlampung, Kamis (8/10/2020).

Mereka meminta agar UU Cipta Kerja dibatalkan karena selain merugikan para buruh juga melanggar Pancasila.

“Kami menolak pengesahan UU Cipta Kerja. Kami meminta Presiden Joko Widodo membatalkan UU Cipta Kerja,”kata Yohanes Joko Purwanto, Ketua Umum FSBKU.

Joko yang menjadi koordinator aksi mengatakan Omnibus Law tidak hanya merugikan para buruh, tetapi juga berpeluang merusak lingkungan. Joko mencontohkan soal aturan upah minimum kota atau upah minimun provinsi yang kini jadi kewewenangan pemerintah pusat. Juga pengelolaan SDA dan kawasan pesisir yang kini juga diambil alih pusat.

“Maka, kalau Presiden Jokowi masih berpihak kepada uruh, petani, nelayan, rakyat miskin, serta masyarakat adat yang akan dirugikan. Jadi bohong kalau ada yang mengatakan Omnibus Law ini tidak merugikan buruh dan rakyat kecil,” katanya.

Joko menegaskan selain aksi unjuk rasa yang akan terus digulirkan hingga 100 hari mendatang, para buruh juga akan menggugat UU Cipta Kerja ke Mahkamah Konstitusi.

“Kawan-kawan aliansi buruh di Jakarta akan menyiapkan langkah hukum ke Mahkamah Konstitusi (MK). Kami bersama para aktivis NGO lain akan bersama-sama di dalam Aksi Rakyat Indonesia dan Gerakan Buruh Bersama Rakyat untuk melakukan gugatan ke MK,” katanya.

Loading...