Kanallampung.com — Kenaikan tarif jalan tol Trans Sumatera yang dilakukan pada 27 November 2025 lalu, kemudian penundaan kenaikan tarif pada 1 Desember hingga akhir tahun 2025 membuat warga pengguna jalan tol Trans Sumatera bingung. Mereka merasa info pembatalan kenaikan tarif sebagai berita bohong (hoax).
Kebingungan itu lantaran meski kenaikan tarif tol dibatalkan atau ditunda hingga akhir 2025, tetapi faktanya tarif tol Trans Sumatera hingga 3 Desember 2025 tetap memakai tarif yang sudah naik (tarif yang dirilis dan berlaku pada 27 November 2025).
“Apanya yang dibatalkan? Jangan bikin berita hoax. Kenyataannya tadi saya lewar tol dari Bakauheni ke Kota Baru Lampung dikenakan tarif yang sudah dinaikkan. Mahal banget,” kata Rudi, dalam komentarnya di akun resmi medsos media online.
Hal itu diakui warga lainnya. “Faktanya tidak ada pembatalan tarif. Kami tetap bayar mahal,” kata Ruslan.
Sebelumnya, PT Hutama Karya (Persero), pada 1 Desember 2025 merilis penundaan kenaikan tarif tol Trans Sumatera hingga akhir tahun 2025.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Hutama Karya, Mardiansyah, mengatakan pada periode libur panjang seperti Natal dan Tahun Baru, kebutuhan masyarakat untuk bepergian biasanya meningkat.
“Kami memahami bahwa mobilitas masyarakat di penghujung tahun memiliki arti penting, dan ingin memastikan pengguna jalan dapat melakukan perjalanan dengan lebih tenang tanpa adanya kekhawatiran terhadap perubahan tarif,” tutur Mardiansyah dalam rilisnya, Senin lalu (1/12/2025).
Mardiansyah mengatakan, dengan mempertahankan struktur tarif yang ada, pihaknya berupaya memberikan ruang yang lebih nyaman bagi masyarakat untuk bergerak dan berkegiatan pada momen akhir tahun ini.
“Kami berharap kebijakan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang melakukan perjalanan antardaerah serta mendukung perputaran ekonomi di sepanjang koridor,” katanya.











